Pages

Monday, March 18, 2013

Proposisi Konjungtif dan Modalitas


Proposisi Konjungtif
Menurut Rafael, proposisi ini merupakan bagian dari proposisi hipotesis selain proposisi kondisional dan proposisi disjungtif.
Proposisi konjungtif adalah proposisi yang memiliki 2 predikat atau 2 proposisi yang bersifat kontraris, dan tidak mungkin sama-sama memiliki kebenaran yang bersamaan. Proposisi ini ditandai dengan “dan” atau “tidak sekaligus”. Proposisi-proposisi semacam ini dapat dijabarkan menjadi dua proposisi hipotesis atau menjadi suatu kombinasi yang terdiri proposisi hipotesis dan proposisi kategoris.
Contoh :
Ø Kau tidak bisa sekaligus menikah dengan Flandre dan Remilia
Ø Hidup dan matinya ditentukan oleh sidang ini
Ø Dia menyukai masakan yang pedas dan manis.
Ø Dia tidak bisa bermain catur dan othello bersamaan
Ø Pekerjaannya hanya makan dan tidur
Ø Dia sangat buta arah, sehingga tidak bisa membedakan utara dan selatan
Ø Di keluarga Scarlet, Remilia adalah anak tertua dan Flandre adalah adiknya
Ø Hanya karena wanita, Lu Bu mengkhianati Dong Zhuo dan membunuhnya.
Ø Karena kecelakaan itu, dia mengalami pendarahan dan meninggal
Ø Lu Bu mati karena dikhianati oleh penasehatnya dan diekskusi oleh Cao Cao

Proposisi Modalitas
Proposisi modalitas adalah proposisi yang didalamnya terdapat kata-kata yang menyatakan modalitas, modalitas berarti kata-kata yang menyatakan tingkatan-tingkatan kepastian.
Proposisi modalitas tidak hanya menegaskan atau mengingkari hubungan antara subjek dan predikat, tetapi juga menetapkan bagaimana predikat itu menjadi bagian atau tidaknya dari suatu subjek.
Ada 4 macam proposisi modalitas, yaitu modalitas mutlak, kontingen, modalitas yang mungkin dan modalitas yang tidak mungkin.
Proposisi Modalitas Mutlak
Proposisi ini  adalah proposisi yang di dalam predikat tidak terdapat fungsi lain, dan harus menjadi bagian dari subjek tersebut. Dengan kata lain, memiliki hubunga yang mutlak antara subjek dan predikat.
Contoh :
Ø Flandre adalah seorang gadis
Ø Flandre di ambil dari sebuah nama kota
Ø Roda itu bulat
Ø Kuda kesayangan Lu Bu adalah Red Hare
Ø Red Hare di wariskan ke Guan Yu
Ø Red Hare adalah kuda berwarna merah
Ø Pentagon memiliki 6 sisi
Ø Darah manusia berwarna merah
Ø TouHou diciptakan oleh ZUN
Ø Karakter yang dibuat di dalam TouHou 99% adalah wanita

Proposisi Modalitas Kontingen
Proposisi ini adalah proposisi yang mengekspresikan suatu kebenaran, tetapi kebenaran tersebut hanya bersifat sementara.

Contoh :
Ø Wanita itu sedang mondar-mandir
Ø Mereka tidak perlu tidur
Ø Beliau mengerjakan pekerjaannya di kamarnya
Ø Saat ini Remilia tidak bisa masuk karena sakit
Ø Mereka pergi piknik hari ini
Ø Jangan mengganggu orang itu sedang makan
Ø Keadilan menjadi sesuatu yang dapat diperjualbelikan
Ø Beliau sedang tidur
Ø Engkau tidak perlu bermain sekasar itu
Ø Memang kita menang hari ini, tapi belum tentu untuk besok

Proposisi Modalitas yang Mungkin
Proposisi ini adalah proposisi yang menyatakan suatu kemungkinan di antara suatu subjek dan predikat. Dalam proposisi ini predikat tidak secara aktual ditemukan dalam subjek, tetapi mungkin terjadi.

Contoh :
Ø Zhang Jiao sedang sakit, dan bisa mati kapan saja
Ø Keputusan pengadilan dapat ditentukan oleh uang
Ø Dengan kemampuan yang terus berkembang, dia bisa saja memenangkan pertandingan ini
Ø Liu Bei mungkin bisa menjadi kaisar China
Ø Mereka mengatakan, bahwa manusia mungkin dapat hidup di Mars
Ø Jawa bisa tenggelam karena Global warming
Ø Teruskan kebiasaanmu, dan kau bisa kehilangan teman-temanmu
Ø Para pembalap bisa mengalami cedera yang fatal
Ø Dia bisa meninggal karena kecelakaan itu
Ø Dia mungkin tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Dosennya

Proposisi Modalitas yang Tidak Mungkin
Proposisi ini merupakan proposisi kebalikan dari Proposisi d atas, yang berarti proposisi ini menyatakan sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Dalam proposisi ini predikatnya tidak aktual ditemukan dalam subjek dan tidak pernah dapat ditemukan.

Contoh :
Ø Tidak ada manusia yang abadi
Ø Kau tidak bisa menjadi Tuhan
Ø Makhluk hidup di dunia ini tidak ada yang sempurna
Ø Tidak ada game tanpa cheat
Ø Kebahagiaan tidak dapat dibeli dengan uang
Ø Uang bukanlah Tuhan
Ø Tidak ada ikan yang tidak bisa berenang
Ø Anda tidak dapat terbang tanpa alat bantu
Ø Kita tidak bisa bertahan hidup tanpa air
Manusia tidak bisa hidup sendirian

Proposisi Kondisional


Proposisi Kondisional

Proposisi kondisional adalah proposisi yang terdiri atas dua bagian yang digandengkan dengan menggunakan kata – kata: “Jikalau/Jika.. maka..”. Misalnya “Jika ia pergi, maka kita tidak dapat menemuinya.” Bagian Proposisi yang diawali dengan kata”Jikalau/jika” atau “apabila” disebut anteseden, sedangkan bagian yang diawali dengan kata “maka” disebut konsekuen.  Menurut sifat pembenaran atau pengingkaran hubungan antara subjek (S) dan predikat (P), proposisi mungkin merupakan proposisi kategoris atau proposisi kondisional. Jika hubungan itu tanpa syarat, proposisi digolongkan menjadi proposisi kategoris, dan sebaliknya. Jika disertai syarat, proposisi termasuk ke dalam proposisi kondisional. Proposisi kondisional membutuhkan syarat tertentu di dalam hubungan subjek dan predikatnya. Proposisi dapat dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu: proposisi kondisional hipotesis dan proposisi kondisional disjungtif.
(Jan Hendrik Rapar)

Proposisi kondisional hipotesis : Proposisi kondisional hipotesis adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat membutuhkan syarat tertentu. proposisi kondisional hipotesis menunjuk pembenaran bersyarat . artinya, bila syarat terpenuhi maka kebenaran terjadi. sebaliknya, jika syarat tidak terpenuhi maka kebenaran tidak terjadi.
Contoh:
Ø Jika lampu menyala, ruangan terlihat terang
Ø Jika air dimasukkan ke kulkas maka akan terasa dingin
Ø Jika hari ini tidak hujan, dia pasti akan menepati janjinya.
Ø Jika waktu dapat terulang kembali, aku pasti lebih berusaha lagi.
Ø Jika mutu makanan ayam diperbaiki, telur yang dihasilkan lebih bermutu.
Ø Jika aksesoris yang dikenakannya itu berlian maka harganya sangat mahal .
Ø Jika ada terang ,maka gelap pun sirna
Ø Jika negara A menyerang negara C,maka negara B akan menyerang negara A
Ø Jika hujan turun sekarang maka saya tidak pergi ke pasar
Ø Jika Anda berusia 21 tahun atau sudah tua, maka Anda mempunyai hak pilih


Contoh salah:
Ø Jika lampu menyala, ruangan mungkin akan gelap
Ø Jika air dimasukkan kepanci mendidih maka bisa saja akan terasa dingin
Ø Jika makanan ikan diperbaiki, mutu ikan mungkin akan berkurang
Ø Jika terang datang, maka gelap mungkin akan tetap ada
Ø Jika hujan turun belum tentu cucian akan kering
Ø Jika anda belum menggunakan hak pilih, boleh saja anda menggunakannya sekarang
Ø Jika mobil itu diperbaiki belum tentu ia akan naik bus lagi
Ø Jika kalungnya adalah berlian mungkin saja itu sangat mahal
Ø Jika adik pergi membeli buku belum tentu yang dibeli adalah buku
Ø Jika dia melihat yang warna coklat, bisa saja ia membeli yang biru

Proposisi kondisional disjungtif : Proposisi kondisional disjungtif adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat tidak membutuhkan syarat tertentu. proposisi kondisional disjungtif disebut juga alternatif. hal ini didasarkan pada pembenaran yang merupakan pilihan. artinya, bila kita memilih yang satu maka secara otomatis kita menolak yang lain. dengan demikian hal yang kita pilih sebagai sesuatu yang benar, sebaliknya hal kita ingkari merupakan sesuatu yang salah

(JS. Kamdhi)



Contoh:
Ø Kursi itu berwarna coklat atau hitam
Ø Adik membaca buku pelajaran atau komik.
Ø Dia tidak jadi datang karena sibuk atau malas.
Ø David Beckham adalah seorang pemain bola atau model.
Ø Pak Budi Dokter atau Guru
Ø Christiano ronaldo pemain bola atau bintang iklan.
Ø Amir harus membantu orang tuanya atau membersihkan halaman rumah.
Ø Kita harus mendukung kebijakan wakil rakyat atau apatis terhadap tingkah laku mereka
Ø Drew Seeley adalah seorang penyanyi atau pemain film
Ø Afgan seorang penyanyi atau pemain film

Contoh salah :
Ø Meja itu berwarna hijau dan coklat
Ø Ibu memasak nasi dan udang
Ø Amir adalah seorang artis dan politikus
Ø Bu Yuni tidak kemari karena sibuk
Ø Aku tidak kesana karena malas dan lelah
Ø Buku adik berisi tulisan dan gambar
Ø Ronaldo adalah bintang iklan dan pemain bola
Ø Hendra adalah seorang pekerja kantoran juga pekerja lapangan
Ø Dia kemari untuk bermain dan belajar
Novel itu dia beli hanya untuk dia pamerkan dan dipajang

Proposisi Kategoris


PROPOSISI KATEGORIS


Pada umumnya, di dalam Logika terdapat 3 jenis proposisi, yaitu proposisi kategoris, proposisi hipotesis, dan proposisi modalitas.  
Yang dimaksudkan dengan PROPOSISI KATEGORIS adalah proposisi yang menyatakan secara langsung tentang cocok tidaknya hubungan yang ada di antara term subjek dan term predikat. Disebut kategoris sebab proposisi ini menyatakan sesuatu tentang suatu hal tanpa syarat. Setiap proposisi kategoris mengandung 3 unsur, yaitu subjek, predikat dan kopula. Term subjek adalah term tentang sesuatu yang diakui atau diingkari oleh sesuatu yang lain. Term predikat adalah term yang yang mengakui atau mengingkari term subjek. Term subjek dan term predikat keduanya merupakan unsure material sebuah preposisi. Adapun kopula adalah kata kerja penghubung yang menyatakan kesesuaian atau ketidaksesuaian di antara subjek dan predikat, atau berfungsi menghubungkan subjek dengan predikat. Kopula menjadi unsure formatur (pembentuk) sehingga hubungan subjek-kopula-predikat membentuk struktur logis sebuah proposisi. Rumusan simboliknya adalah sebagai berikut:
S = P
 
S P
 
 

                                                                             ATAU

Contoh:
Ø Semua makhluk hidup bisa bernafas.
Ø Sebagian makhluk hidup bisa bernafas.
Ø Tidak semua makhluk hidup bisa bernafas.
Ø Semua makhluk hidup berjalan dengan kaki.
Ø Sebagian makhluk hidup berjalan dengan kaki.
Ø Tidak semua makhluk hidup berjalan dengan kaki.
Ø Semua makhluk hidup bisa berenang.
Ø Sebagian makhluk hidup bisa berenang.
Ø Tidak semua makhluk hidup bisa berenang.
Ø  Semua makhluk hidup tidak bisa berenang.
Kuantitas dan kualitas proposisi kategoris.
1.     Kualitas atau ciri karakteristik sebuah proposisi kategoris terkandung di dalam hakikat proposisi itu sendiri, yaitu AFIRMATIF atau NEGATIF. Sebuah proposisi disebut afirmatif jika kopula berfungsi menghubungkan atau mempersatukan S dengan P. Sebuah proposisi dianggap negative apabila kopula memisahkan antara S dan P.
Contoh:
Ø Tidak semua makhluk hidup dapat berbicara.
Ø Beberapa manusia pasti akan mati.
Ø Tidak semua hewan pemakan daging.
Ø Beberapa hewan pemakan tumbuhan.
Ø Tidak semua burung bisa terbang.
Ø Tidak semua manusia yang sempurna.
Ø Tidak ada manusia yang hidup abadi.
Ø Beberapa burung tidak bisa terbang.
Ø Beberapa hewan ada yang buas.
Ø Tidak semua hewan liar selalu buas.

2.     Kuantitas sebuah proposisi ditentukan oleh hakikat yang bersifat universal atau particular. Proposisi ini berhubungan dengan denotasi atau jumlah individu objek dimana term subjek diterapkan. Sebuah proposisi disebut universal jika term subjek adalah universal.
Contoh:
Ø Semua makhluk hidup pasti akan mati.
Ø Polisi bukanlah petugas medis.
Ø Semua perbuatan pasti ada balasannya.
Ø Semua hewan pemakan daging.
Ø Paus bukanlah ikan yang bernafas dengan insang.
Ø Semua hewan pemakan daging mempunyai taring.
Ø Semua hewan burung mempunyai sayap.
Ø Mamalia adalah hewan yang menyusui anaknya.
Ø Ovipar adalah hewan yang bertelur.
Ø Vivipar adalah hewan yang beranak.

Dan sebuah proposisi disebut particular jika term subjeknya particular.
Ø Ada burung yang tidak bisa terbang.
Ø Ada hewan yang pemakan daging.
Ø Ada mahasiswa yang tidak mengikuti ujian akhir semester.
Ø Ada pengendara motor yang tidak memakai helm.
Ø Ada penjahat yang tidak dihukum.
Ø Ada pengendara yang tidak membawa stnk dan sim
Ø Ada pengendara yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Ø Ada mahasiswa yang terlambat masuk kuliah.
Ø Tim sepak bola kita menang mutlak atas tim universitas lain.
Ø Ada harimau yang tidak buas.

3.     Proposisi A-E-I-O adalah kombinasi antara kualitas dan kuantitas proposisi yang menghasilkan empat bentuk baku proposisi kategoris.
a.     Proposisi afirmatif-universal, atau yang biasa disebut proposisi A.
Contoh:
Ø Semua mahasiswa wajib hadir dalam kuliah minimal 75%.
Ø Semua mahasiswa tidak boleh terlambat masuk kuliah.
Ø Semua pengendara kendaraan roda dua wajib memakai helm.
Ø Semua pengendara wajib mematuhi peraturan lalu lintas.
Ø Semua pengendara wajib membawa stnk dan sim saat berkendara.
Ø Semua makhluk hidup pasti bernafas.
Ø Semua makhluk hidup pasti akan mati.
Ø Semua makhluk hidup pasti berkembang biak.
Ø Semua calon pilot harus mengikuti tes.
Ø Semua penjahat pasti akan dihukum.

b.     Proposisi negative-universal, atau yang biasa disebut proposisi E.
Contoh:
Ø Batu bukan makhluk hidup.
Ø Semua korban tsunami tidak selamat.
Ø Semua penjahat tidak dihukum.
Ø Semua calon pilot tidak mengikuti tes.
Ø Semua pengendara roda dua tidak memakai helm.
Ø Semua pelajar sma tidak lulus ujian nasional.
Ø Semua calon pegawai negeri tidak lolos seleksi.
Ø Semua pemain sepak bola tidak mengalami cidera.
Ø Semua makhluk hidup tidak berkembang biak.
Ø Semua makhluk hidup tidak bernafas.

c.      Proposisi afirmatif-partikular, atau yang biasa disebut proposisi I.
Contoh:
Ø Beberapa makhluk hidup pasti akan mati.
Ø Beberapa penjahat pasti akan dihukum.
Ø Beberapa makhluk hidup berkembang biak.
Ø Beberapa korban tsunami selamat.
Ø Beberapa pemain sepak bola mengalami cidera.
Ø Beberapa calon pilot lolos seleksi tahap 1.
Ø Beberapa harimau buas.
Ø Beberapa pelajar sma lulus ujian nasional.
Ø Beberapa pengendara memakai helm.
Ø Beberapa pengendara mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

d.     Proposisi negative-partikular, atau yang biasa disebut proposisi O.
Contoh:
Ø Beberapa pelajar sma tidak lulus ujian nasional.
Ø Beberapa pengendara tidak memakai helm.
Ø Beberapa harimau tidak buas.
Ø Beberapa calon pilot tidak lolos seleksi.
Ø Beberapa pegawai negri tidak lulus tes.
Ø Beberapa pemain basket tidak mengalami cidera.
Ø Beberapa makhluk hidup tidak berkembang biak.
Ø Beberapa korban tsunami tidak selamat.
Ø Beberapa makhluk hidup tidak bernafas.
Ø Beberapa mahasiswa tidak mengikuti pratikum.

Distribusi term subjek dan term predikat.
1.     Subjek pada proposisi universal selalu universal.
2.     Subjek pada proposisi particular selalu particular.
Predikat pada proposisi afirmatif selalu particular.