Pages

Monday, March 18, 2013

Pembayaran Pajak Online - California


Pembayaran pajak secara online di California
Sebelum melaksanakan inisiatif e-goverment secara luas, dinas perpajakan california, franchise tax biard (FTB) sebenarnya sudah meletakkan dasar penting dengan mengaplikasikan beberapa proses pembayaran pajak melalui proses elektronik.
Tahun 1993, FTB membangun elektronik fund transfer, yang bisa digunakan oleh pembayar pajak melalui transfer rekening, membangun website (1996), dan yang paling maju adalah membangun “e-pay”, sistem dimana FTB bisa melakukan debit atas rekening pembayar pajak, yaitu pada tahun 1999.
Inisiatif ini setidaknya didorong oleh tiga hal (Connel, 2000) :
1.       Expetasi yang semakin besar dari customer dinas perpajakan untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Customer ini bisa terdiri dari pembayar pajak individual, organisasi, konsultan, perpajakan dan lain-lain.
2.       Semakin meluasnya inisiatif e-goverment secara nasional di california diberbagai departemen pemerintahan.
3.       Kompetisi global yang semakin kuat. Kehadiran teknologi internet menjadikan lahan persaingan tidak hanya antar negara bagian di USA, tetapi sudah mencakup persaingan global.

Penetapan tujuan dan target
Ada 2 tujuan besar yang dijabarkan dalam beberapa target secara lebih detail
1.       Menyediakan layanan online untuk customer dan konsultan perpajakan. Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa target telah ditetapkan :
a.       Menyediakan formulir aplikasi secara online
b.      Memberikan pengalaman menarik dalam pemrosesan pajak secara online
c.       Menyediakan akses informasi dan komunikasi secara online sehingga memudahkan pembayar pajak untuk berkonsultasi dan bertanya jikia perlu
d.      Penyediaan proses pembayaran pajak secara online
e.      Mengirimkan informasi kepada pembayar pajak secara online melalui email dan newsletter yang dikirim secara rutin
2.       Bagaimana menggunakan teknologi yang sesuai untuk mengubah cara berbisnis secara internal, dan dengan supplier. Secara detail, tujuan tersebut dibagi menjadi beberapa target pelaksanaan :
a.       Menyediakan berbagai formulir internal, panduan, dan publikasi secara online
b.      Penyediaan intranet yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pekerja
c.       Pelaksanaan proses administrasi secara internal dilakukan secara online, termasuk dengan supplier
d.      Sistem aplikasi yang memungkinkan informasi, saran dan umpan balik dari pembayar pajak diterima langsung oleh staff yang bersangkutan dengan bidangnya
Strategi menuju kesuksesan implementasi
Beberapa strategi yang diterapkan dinas perpajakan california (FTB) dalam pelaksanaan e-goverment adalah sebagai berikut :
1.       Membangun kepercayaan publik yang dilakukan dengan :
a.       Privacy dari pembayar pajak dijaga secara ketat
b.      Aspek kedua yang erat hubungannya adalah masalah keamanan data
c.       Prinsip otentifikasi dengan memberikan password dan PIN sebagai alat transaksi
2.       Memperluas kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya :
a.       Kerjasama dengan pihak-pihak swasta yang berhubungan dengan IT
b.      Kerjasama dengan berbagai departemen dan organisasi pemerintah untuk menjamin bahwa standar yang mereka bangun bisa terintegrasi
c.       Kerjasama pembangunan sistem informasi secara nasional
3.       Penerapan e-goverment harus terpusat pada kepentingan pelanggan
a.       Pemberian layanan pelanggan yang disesuaikan dengan manfaat dan dalam upaya memberikan kemudahan bagi pelanggan
b.      Karena struktur di masyarakat masih terdapat kalangan yang belum mempunyai akses terhadap internet, bersama-sama pemerintah dan swasta melakukan berbagai usaha untuk mengatasi kesenjangan digital
4.       Membangun kapasitas organisasi agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan, 2 poin penting dalam hal ini :
a.       Penyediaan infrastruktur yang memadai
b.      Peningkatan sumber daya staf dengan mengadakan berbagai pelatihan dan peningkatan kemampuan mereka

Arsitektur sistem informasi yang akan digunakan
Dalam pembangunan sistem informasi untuk e-goverment, beberapa hal perlu diperhatikan :
1.       Platform yang bisa dioperasikan pada berbagai aplikasi
2.       Keamanan data menggunakan firewall pada berbagai aplikasi dan juga enkripsi SSL 128 bit
3.       Standar aplikasi perlu ditetapkan pada level nasional
4.       Penggunaan sistem pembayaran online yang beragam, bisa kredit, transfer bank atau debit otomatis
5.       Kebutuhan teknologi yang diperlukan berbeda-beda setiap levelnya :
a.       Level 1 : Kemampuan untuk publikasi secara online
b.      Level 2 : Adanya interaksi pelanggan
c.       Level 3 : fasilitas transaksi dari pelanggan dimana mereka bisa melakukan berbagai proses transaksi pembayaran secara online
d.      Level 4 : integrasi penuh secara online
6.       E-goverment akan dilaksanakan secara nasional, perlu melakukan kordinasi dengan berbagai departemen dan biro pemerintahan lainnya

Versioning Information Goods


Versioning Information Goods

Information goods
Information goods atau bisa disebut juga dengan barang-barang yang berbentuk informasi dan semua bentuk produk yang bisa didigitalisasikan. Produk informasi merupakan komoditi jenis yang nilai pasar utamanya berasal dari informasi yang dikandungnya. Ini juga termasuk jasa (layanan informasi). Contoh-contoh khas dari barang informasi menyertakan CD berisi potongan-potongan musik, sebuah DVD yang berisi film, file komputer yang merupakan bagian dari program, sebuah buku yang berisi cerita pendek, dan sebagainya.
Produk informasi, bagian berharga adalah pola di mana bahan tersebut diatur - susunan tinta di atas kertas, cat di atas kanvas, elemen magnetik pada tape, serangkaian penyok (lubang) di compact disc, dll Pola mungkin baik secara langsung dikonsumsi oleh manusia (melalui membaca, melihat, dll) atau dapat digunakan untuk mengoperasikan perangkat lain seperti pemutar kaset atau komputer. Kerja dari perangkat, pada gilirannya, dapat menghasilkan beberapa pola konsumsi informasi (seperti visual, suara, atau teks), pola lain untuk penggunaan perangkat lain, atau keduanya.
Produk informasi yang seringkali dibandingkan dengan barang-barang materi seperti pakaian, makanan, dan mobil. Nilai pasar dari barang-barang ini biasanya bergantung pada kedua sifat material dan pola perkembangannya. Ketika mobil terbuat dari kayu, bukan logam, misalnya, nilai pasar dari mobil akan sangat terbatas.
  
Struktur harga
Pada produk informasi, struktur harganya sangatlah tinggi pada produksi pertama, akan tetapi pada sub-produksi berikutnya, akan menjadi lebih murah bahkan sangat murah dibandingkan harga dari produksi pertama. Hal ini menyebabkan skala perekonomian menjadi sangat luas, dan saat barang yang diproduksi semakin banyak, maka average cost akan semakin rendah.

Free Version
Free version atau banyak yang menyebutkan sebagai trial version, merupakan versi dimana sebuah produk informasi diberikan secara gratis kepada konsumen tanpa adanya biaya apapun.
Ada beberapa alasan kenapa banyak produsen yang menggunakan konsep ini :
·         Memberikan Information Goods secara gratis tidak menyebabkan biaya yang cukup besar
·         Informasi dari produk tersebut didapatkan dari pengalaman memakai produk itu sendiri
·         Konsumen harus mencoba produk tersebut untuk menilainya
·         Sebagai testing konsumen
Dengan alasan-alasan tersebut, sudah sangat jelas bahwa konsep free version ini dibutuhkan untuk mempromosikan produk yang full version dimana pada produk full version merupakan produk yang memiliki teknologi yang lebih advanced daripada free version.


Strategi pada full version

·         Building awarness
Mengeluarkan free version akan tetapi dengan limited content features, dimana fitur yang lengkap hanya ada pada full version
Contoh : Game computer
Hanya bisa dimainkan sampai stage-stage tertentu

·        Gaining follow on sales
Produsen memberikan full version dari sebuah produk informasi, akan tetapi produk tersebut masih membutuhkan upgrade agar bisa berjalan dengan baik
Contoh : Antivirus
Memerlukan update setiap hari untuk memantau virus yang ada

·         Creating network
Membuat suatu network untuk konsumen, hal ini sangat berguna saat konsumen mengalami trouble pada produknya, sehingga konsumen bisa chatting ataupun posting permasalahan yang ada sehingga konsumen lain mungkin bisa menanggapi ataupun pihak vendor sendirilah yang menanggapi.
Contoh : Forum Microsoft

·         Attracting eyeball
Menggunakan suatu desain pada suatu banner atau browser yang bisa menarik minat mata konsumen untuk mencari informasi dari produk tersebut
Contoh : Playboy banner adverstiment
·         Gaining competitive advantage
Memberikan free version yang lebih baik untuk bersaing dengan perusahaan kompetitor


Versioning
“Versioning adalah proses untuk menempatkan nama baik versi unik atau nomor versi yang unik untuk negara yang unik dari perangkat lunak komputer. Dalam kategori nomor versi yang diberikan (besar, kecil), angka-angka ini umumnya diberikan dalam rangka meningkatkan dan sesuai dengan perkembangan baru dalam perangkat lunak. Pada tingkat halus, kontrol revisi sering digunakan untuk melacak versi yang berbeda secara bertahap dari informasi elektronik, baik atau tidak informasi ini sebenarnya adalah perangkat lunak komputer.”
Sehingga dapat disimpulkan bahwa, versioning merupakan proses dalam memberikan nama untuk sebuah produk yang telah dikembangkan menjadi lebih baik.
Versioning sendiri bertujuan untuk membuat customer membayar kemungkinan tertinggi dari harga sebuah produk, sehingga bisa memaksimalkan keuntungan.
Alasan kenapa diperlukan versioning :
·         Menawarkan informasi dengan versi yang berbeda
·         Supplier memberikan harga yang berbeda karena memiliki versi yang berbeda
·         Konsumen memberikan nilai yang berbeda
Bagaimana untuk versioning ?
·         Memiliki Packages yang berbeda
·         Diidentifikasikan dari dimensi produk tersebut
·         Desain struktur dari produk yang bersangkutan
·         Menetapkan harga yang sesuai pada versi yang ada

 Pada versioning akan menimbulkan permasalahan dimana pada produk-produk yang berskala pendek akan dipertanyakan, berapakah banyak versi yang diperlukan?
Untuk kesenjangan dalam menentukan versi dan harga seperti ini, ada teknik yang dinamakan Goldilock Pricing.
Goldilock pricing diambil dari Goldilock principle yang berarti sesuatu harus berada dalam margin tertentu, sebagai lawan ekstrem jangkauannya. Hal ini biasanya sebuah ideologi, bukan prinsip logis dan erat berhubungan dengan teori keseimbangan. Ketika efek dari prinsip yang diamati, diketahui sebagai efek Goldilocks.
Prinsip Goldilocks berasal dari anak-anak cerita Goldilocks dan Tiga Beruang di mana seorang gadis kecil menemukan sebuah rumah milik tiga beruang. Beruang Setiap dimiliki salinan terpisah dari banyak hal, seperti makanan, tempat tidur, dll Setelah menguji masing-masing tiga, Goldilocks menetapkan bahwa satu selalu terlalu banyak dalam satu ekstrim (terlalu panas, terlalu besar, dll), salah satu terlalu banyak di ekstrim berlawanan (terlalu dingin, terlalu kecil, dll), dan satu adalah "tepat".


Macam-macam Versioning pada software
·         Change Significance
Dalam beberapa skema, urutan berbasis pengidentifikasi yang digunakan untuk menyampaikan pentingnya perubahan antara rilis: perubahan diklasifikasikan berdasarkan tingkat signifikansi, dan keputusan yang berurutan untuk mengubah antara rilis ini didasarkan pada pentingnya perubahan dari rilis sebelumnya, dimana urutan pertama adalah berubah untuk perubahan yang paling signifikan, dan perubahan urutan setelah yang pertama merupakan perubahan penurunan signifikan.
Misalnya, dalam skema yang menggunakan pengenal empat urutan, urutan pertama dapat bertambah hanya bila kode sudah benar-benar ditulis ulang, sementara perubahan ke user interface atau dokumentasi hanya mungkin memerlukan perubahan ke urutan keempat.
Praktek ini memungkinkan pengguna (atau pengadopsi potensial) untuk mengevaluasi berapa banyak dunia nyata pengujian rilis perangkat lunak yang diberikan telah mengalami. Jika perubahan yang dibuat antara, misalnya, 1.3rc4 dan pelepasan produksi sebesar 1,3, maka itu rilis, yang menegaskan bahwa mereka telah memiliki tingkat produksi kelas pengujian di dunia nyata, sebenarnya mengandung perubahan yang belum tentu diuji dalam dunia nyata sama sekali [klarifikasi diperlukan] Pendekatan ini biasanya memungkinkan tingkat ketiga penomoran ("perubahan"), tetapi tidak berlaku tingkat kekakuan perubahan nomor yang: 1.3.1 1.3.2, 1.3.3. , 1.3.4 ... 1.4.1, dll


Designating development state
Menggunakan zero dalam urutan pertama untuk menunjuk alpha atau status beta untuk rilis yang tidak cukup stabil untuk penyebaran umum atau praktis dan dimaksudkan untuk pengujian atau penggunaan internal saja.
Ø  0 for alpha (status)
Ø  1 for beta (status)
Ø  2 for release candidate
Ø  3 for (final) release

 Date
Menggunakan tahun yang diikuti oleh bulan dan tanggal hari dirilisnya software tersebut.
 Contoh :
Ø  "Wine 20040505".  Artinya dirilis 5-5-2004
Ø  Ubuntu 11.10 artinya dirilis October 2011.

Year
Diidentifikasikan dengan menambahkan tahun pada akhir nama produk tersebut
Contoh :
Ø  Ms. SQL Server 2003
Ø  Adobe ilustrator 88
Ø  Word Perfect Office 2003

Tuesday, May 29, 2012

SMTP dan POP3



SMTP
SMTP adalah kepanjangan dari Simple Mail Transfer Protocol yang merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman email.

Protokol ini dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim email ke server email penerima. Protokol ini timbul karena desain sistem email yang mengharuskan adanya email server yang menampung sementara sampai surat elektronik diambil oleh penerima yang berhak.

CARA KERJA SMTP

Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) didefinisikan dan digunakan dalam Internet untuk mengirimkan electonic mail  (E-mail). Cara  kerja SMTP mirip  yang dilakukan oleh FTP. SMTP menggunakan  beberapa  spool  dan  queue.  Pesan  yang  dikirim  oleh  SMTP akan  dikirimkan  dalam  queue.  SMTP  akan  menghindari  membalas  pesan  dari  queue  jika dihubungkan ke remote machine. Jika pesan tidak dapat dibalas dengan waktu yang telah ditentukan maka  pesan  akan  dikembalikan  ke  pengirim  atau  dipindahkan.  Interaksi  antara message  ke  User Agent dan ke Message Transfer Agent hingga diterima oleh Penerima.

Contoh Transaksi Email :

S = Server
C = Klien

C : (inisialisasi hubungan)
S : 220 Wikipedia ESMTP server ready
C : mail from: user@wikipedia.org
S : 250 mail ok
C : rcpt to: wikipedia@wikipedia.org
S : 250 rcpt ok
C : data
S : 354 end data with CRLF.CRLF
C : — email data –
C : CRLF.CRLF
S : 250 data ok
C : QUIT
S : 221 bye

SMTP bekerja berdasarkan pengiriman end-to-end, dimana SMTP client (pengirim) akan menghubungi SMTP server (penerima) untuk segera mengirimkan email. SMTP server melayani pengguna melalui port 25 (TCP). Dimana setiap pesan yang dikirimkan melaui SMTP harus memiliki :

1.     Header atau amplop, yang dijabarkan pada RFC 822.

2.    Konten atau isi, yang berisi tentang isi dari surat yang akan dikirimkan


POP3
POP3 adalah kepanjangan dari Post Office Protocol version 3, yakni protokol yang digunakan untuk mengambil email dari email server. Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem email yang mengharuskan adanya email server yang menampung email untuk sementara sampai email tersebut diambil oleh penerima yang berhak.

Kehadiran email server ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer penerima email yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet.

CARA KERJA POP3
Cara kerja yang terjadi pada POP3 Server sebenarnya sangatlah sederhana, yaitu hanya mengumpulkan email yang masuk saja, dan mengirimkannya melewati port 110 ke komputer client jika client meminta email-email tersebut. Untuk melihat maupun mengambil email dengan menggunakan POP3 maupun web based email, diperlukan username dan password agar tidak sembarang orang dapat melihat email tersebut.

Tuesday, April 24, 2012

Classful Routing Protocol


Classful Routing Protocol
Classful Routing Protocol adalah penerapan subnet secara penuh atau default. /24,/16,/8 artinya penggunaan kelas full dikonsep ini. Classful routing protocols juga ialah suatu protocol dimana protokol ini tidak ‘membawa’ routing mask information ketika update routing atau routing advertisements. Ia hanya membawa informasi ip-address saja, dan menggunakan informasi default mask sebagai mask-nya. Dynamic routing Classfull : Rip V1, IGRP. Classfull merupakan metode pembagian IP address berdasarkan kelas dimana IP address ( yang berjumlah sekitar 4 milyar ) dibagi kedalam lima kelas yakni :
·         Address kelasA
1 bit pertama IP Address-nya“0”
·         Address kelas B
2 bit pertama IP Address-nya“10”
·         Address kelas C
3 bit pertama IP Address-nya“110”
·         Address kelas D
4 bit pertama IP Address-nya“1110”
·         Address kelas E
4 bit pertama IP Address-nya“1111”
Kelemahan dari classful routing protocols ialah tak dapat men-suport VLSM.
Contoh dari classful routing protocols ialah :
1.       RIP V1
2.       IGRP
3.       EIGRP


RIP
RIP (Routing Information Protocol) adalah routing protocol yang paling sederhana yang termasuk jenis distance vektor. RIP menggunakan jumlah lompatan (hop count) sebagai metric dengan 15 hop maksimum,Daftar tabel route RIP ini akan di-update setiap 30 detik dan administrative distance untuk RIP adalah 120.  Pembaruan routing periodik tidak membawa subnet informasi, dukungan kurang untuk subnet mask panjang variabel (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki ukuran yang berbeda subnet yang sama dalam kelas jaringan . Dengan kata lain, semua subnet dalam jaringan kelas harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk otentikasi router, membuat RIP rentan terhadap berbagai versi RIP attacks. RIP versi  1 hanya ada jumlah hop 16 (0-15). Jika ada lebih dari 16 hop antara dua router itu gagal untuk mengirim paket data ke alamat tujuan.
 
A.      Keuntungan
·         Kompatibel dengan mesin beberapa jaringan
·         Beban proses kecil
B.      Kerugian
·         Subnet mask tersebut tidak dinyatakan
·         Tidak kompatibel dengan VLSM
·          Karena sistem vektor jarak, saat merevisi jaringan dll, dibutuhkan waktu untuk konvergensi
·          Dengan konfigurasi default, setiap router siaran semua informasi routing itu harus router tetangga sekali setiap 30 detik
·          Node yang tidak ikut serta dalam RIP juga harus memproses informasi non-relevan, yang menghasilkan limbah
·          Hanya dapat menangani jumlah maksimum 15 hop
·          Perbandingan dilakukan dengan jumlah hop, jadi sulit untuk memilih rute yang tepat berdasarkan pada band sambungan

Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah juga protocol distance vector yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP. Jumlah hop maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU, delay dan load. IGRP adalah protocol routing yang menggunakan Autonomous System (AS) yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau exterior. Administrative distance untuk IGRP adalah 100.
A.    Kelebihan
Support 225 Hop Count
B.     Kelemahan
Jumlah Host terbatas

Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
Enhanced Interior Gateway routing Protocol (EIGRP) adalah Cisco propretary routing protokol longgar berdasarkan asal IGRP. EIGRP adalah lanjutan jarak vektor-routing protokol, dengan optimasi untuk meminimalkan routing ketidakstabilan yang terjadi setelah perubahan topologi,serta penggunaan dan pengolahan daya bandwidth di router. EIGRP router yang mendukung secara otomatis akan mendistribusikan informasi rute ke tetangga IGRP dengan mengubah metrik EIGRP 32 bit ke 24 bit IGRP metrik. IGRP menggunakan formula dasar yang sama untuk menghitung metrik keseluruhan, perbedaannya adalah bahwa dalam IGRP, formula tidak mengandung faktor skala dari 256. Bahkan, faktor skala ini diperkenalkan sebagai alat sederhana untuk memfasilitasi mundur compatility antara EIGRP dan IGRP: Dalam IGRP, secara keseluruhan metrik adalah nilai 24-bit sedangkan EIGRP menggunakan nilai 32-bit untuk mengekspresikan metrik ini.EIGRP juga mengelola jumlah hop untuk setiap rute, namun hop tidak digunakan dalam perhitungan metrik. Hanya diverifikasi terhadap maksimum yang telah ditetapkan pada EIGRP router (secara default diatur ke 100 dan dapat diubah ke nilai antara 1 dan 255). Rute memiliki jumlah hop maksimum lebih tinggi daripada akan diiklankan sebagai dijangkau oleh router EIGRP.EIGRP mampu menangani classless inter-domain routing (CIDR), yang memungkinkan penggunaan variabel-length subnet mask-salah satu keuntungan utama protokol di atas pendahulunya. Kelemahan utamanya adalah bahwa hal itu hanya berjalan pada peralatan Cisco, yang dapat menyebabkan suatu organisasi yang terkunci terdalam untuk vendor ini.

A.      Keuntungan
·         Termasuk protokol routing distance vector tingkat lanjut (Advanced distance vector).
·          Waktu convergence yang cepat.
·          Mendukung VLSM dan subnet-subnet yang discontiguous (tidak bersebelahan/berurutan)
·          Partial updates, Tidak seperti RIP yang selalu mengirimkan keseluruhan tabel routing dalam pesan Update, EIGRP menggunakan partial updates atau triggered update yang berarti hanya mengirimkan update jika terjadi perubahan pada network (mis: ada network yang down)
·          Mendukung multiple protokol network
·          Desain network yang flexible.
·          Multicast dan unicast, EIGRP saling berkomunikasi dengan tetangga (neighbor) nya secara multicast (224.0.0.10) dan tidak membroadcastnya.
·          Manual summarization, EIGRP dapat melakukan summarization dimana saja.
·          Menjamin 100% topologi routing yang bebas looping.
·          Mudah dikonfigurasi untuk WAN dan LAN.
B.      Kelemahan
Kelemahan utama EIGRP adalah protocol Cisco-propritary,sehingga jika diterapkan pada jaringan multivendor diperlukan suatu fungsi yang disebut route redistribution. Fungsi ini akan menangani proses pertukaran rute router di antara dua protocol link state (OSPF dan EIGRP).

Tuesday, November 1, 2011

Achievement for Humanity

Karya ini bukanlah menceritakan orang lain ataupun suatu karangan fiksi, melainkan pengalaman dari penulis karya ini sendiri. Ya, ini adalah pengalaman hidup saya sendiri, dalam mencapai suatu tujuan demi kemanusiaan di dalam sebuah organisasi bernama Palang Merah Indonesia atau orang-orang biasa mengenalnya dengan PMI.
Sejak lulus dari SMA, saya benar-benar tidak mempunyai pengalaman dalam berorganisasi ataupun memiliki rasa peduli terhadap kemanusiaan. Hingga pada saat masuk kuliah, tepatnya 1 tahun yang lalu, berawal dari kata-kata guru saya, "Cherish your life and the other life". Saya berpikir, apa yang bisa saya lakukan untuk diri sendiri beserta orang lain ? Kemudia saya teringat ayah saya yang sudah tiada, beliau adalah seorang relawan PMI, saat itulah saya memutuskan untuk masuk menjadi relawan PMI.
Setelah saya bergabung menjadi relawan PMI, ternyata sangat banyak sekali yang bisa saya dapatkan, mulai dari pengalaman-pengalaman organisasi, teman, pengetahuan dan masih banyak lagi. Hal ini membuat saya semakin bersemangat untuk memantapkan tujuan saya demi kemanusiaan, hingga akhirnya pada awal Januari 2011, saya dan rekan-rekan di kirim menuju ke desa di dekat Bromo dikarenakan pada saat itu Bromo menyemburkan uap panasnya dan debu-debu kawah menutupi daerah pemukiman warga.
Tumpukan debu ini menyebabkan warga kehilangan mata pencaharian, sumber air bersih, ladang pertanian dan ada beberapa warga yang mengalami gangguan kesehatan, serta tertutupnya total jalanan di kawasan tersebut karena debu yang menutupi bisa mencapai setengah meter. Saya dan rekan-rekan disini bertugas untuk meringankan penderitaan warga, dimulai dari pembagian bantuan logistik, water sanitasi, pembersihan jalan, dan dapur umum. Beberapa hari pertama saya berperan menjadi water sanitasi, dimana bertugas untuk menyediakan air bersih, tapi saat hari terakhir saya menjadi distribusi logistik kepada warga.
Hal ini tentunya tidak dilakukan seorang diri, karena perwakilan dari PMI kota Surabaya saja mencapai 30 orang, belum dari kota-kota lain seperti Probolinggo, Malang, Tuban dll. Dan pada saat bertugas, tentu saya dan rekan-rekan dari Surabaya di pisah dan terbagi-bagi dengan kota-kota lain, sehingga mau tidak mau memang harus bisa berkolaborasi dan berorganisasi dengan para relawan dari kota lain.
Meskipun kami bekerja seharian penuh, dan tentunya dilokasi hanya dibayarkan oleh senyuman serta ucapan terimakasih dari warga, hal ini sangat menjadi kebanggaan yang betul-betul lebih berharga daripada pekerjaan yang dibayar ratusan ribu. Kebanggaan karena bisa menolong orang yang benar-benar membutuhkan, ini menjadi trigger meriam dalam hidup saya untuk lebih mengabdikan diri di PMI.
Setelah penugasan ini, saya menjadi lebih sering dan aktif dalam kegiatan-kegiatan PMI di Surabaya, seperti jaga event, konser, race, pengiriman untuk pertolongan kecelakaan, kebakaran bahkan evakuasi jenazah.
Walau hanya berkutat dalam 1 tahun, tapi sangat banyak sekali pengalaman-pengalaman yang saya peroleh disini, hanya saja mindset of achievement saya di organisasi ini masih belum mengalami kemajuan. Hingga pada akhir bulan september, tepatnya tanggal 28 september 2011, terjadi kebakaran di dalam sebuah kapal, KM. Kirana IX, dengan kebakaran berskala kecil, yaitu truck bermuatan bawang putih, dan kebakaran tersebut tidak sampai merambat ke area sekitarnya. Akan tetapi, kejadian ini merenggut nyawa 8 orang, dan yang sangat disayangkan, hal ini tidaklah dikarenakan api kebakaran, melainkan karena kepanikan penumpang yang tidak terarah. Tim forensik mencurigai, para korban meninggal karena terjatuh ataupun terinjak-injak penumpang yang panik.
Kejadian ini menandakan bahwa sungguh sangat lemahnya pengetahuan serta kecakapan yang dimiliki oleh petugas ABK maupun individu-individu yang ada. Dan diperkuat juga dengan berita bahwa 70% korban meninggal dari kecelakaan lalu lintas, bukanlah karena cidera yang mematikan pada korban, melainkan penanganan serta peng-evakuasi-an yang asal-asalan ketika terjadi sebuah kecelakaan saat tim medis belum datang.
Dari beberapa hal ini, saya mulai berpikir, dan mulai mengembangkan need of achievement saya, dari hanya sekedar memberikan pertolongan, saya ingin memberikan ilmu yang saya peroleh dan menyebarkannya kepada generasi-generasi muda yang bisa menjadi penerus. Akan tetapi, untuk memperoleh tujuan ini, memang diperlukan hal yang lebih dari pengalaman saja, dan perlu diberikan suatu pelatihan untuk penjadi suatu pelatih/instruktur yang handal.
Sangat kebetulan sekali, pada bulan oktober selama 1 bulan diadakan pelatihan Train of Trainer/ Train of Fasilitator di PMI kota Surabaya. Dekat sekali dengan UTS STIKOM, tapi saya tetap mengikutinya dan berusaha membagi waktu saya. Dan akhirnya perjuangan selama 1 bulan itu pun membuahkan hasi juga, tanggal 23 Oktober pelatihan ini berakhir dan saya bisa mendapatkan sertifikat seorang trainer serta bisa mulai melatih siswa-siswa atau bahkan mahasiswa untuk menjadi seorang first aider. Tapi saya tahu, ini bukanlah akhir dari perjuangan saya, karena mulai minggu ini pun selama 1 bulan kedepan, saya masih mengikuti pelatihan spesialisasi First Aider serta Ambulance Service. Inilah goal saya dalam organisasi ini, menolong dan menyelamatkan demi kemanusiaan serta menyebarluaskan pengetahuan tentang First Aider. We fight together for humanity, to save a life!

Thursday, October 20, 2011

Etika dalam berkarya

Di jaman yang sudah serba technology seperti saat ini, sangat lah banyak karya-karya yang berkembang melalui dunia IT. Karya-karya seperti ini sangatlah berpengaruh pada dunia IT, karena memang perkembangan informasi dan teknologi sangat lah pesat.
Hanya dalam waktu beberapa bulan saja, technology seperti operating system, mobile, telekomunikasi sangatlah cepat berevolusi. Saat ini sangatlah banyak para tokoh-tokoh IT yang mulai menunjukkan kemampuannya. Akan tetapi, sangat banyak juga para tokoh-tokoh yang tidak beretika dalam berkarya dan hanya bisa meniru suatu gaya system/script, atau bahkan hanya bisa menjiplaknya dan meng akusisi bahwa itu karya miliknya.
Para tokoh-tokoh IT yang masih belum cukup pengalaman dalam mempublikasikan karyanya, biasanya masih tidak menyadari akan hal ini. Banyak program yang bisa dihargai sangat mahal oleh beberapa pihak, akan tetapi sayangnya, banyak sekali yang tidak tahu, siapakah ayah dari program tersebut. Hal ini juga menyebabkan banyaknya Mr. Copas yang menjiplak dan membajak program-program tersebut.
Karena itulah, kita sebagai calon-calon pencipta sebuah karya di masa mendatang, hendaknya sadar akan etika-etika yang ada, serta bisa menghormati hasil karya orang lain. Dan apabila kita menciptakan suatu karya, kemudian kita berpikir karya tersebut cukup baik untuk di publikasikan, maka ada baiknya kita mengajukan untuk hak cipta dari sebuah karya tersebut. Walau sampai saat ini, sangat jarang sekali yang melakukannya, karena kebanyakan yang di daftarkan adalah karya-karya yang cukup membuat heboh pasaran IT dunia.

Saturday, September 24, 2011

Tugas Pemrograman Basis Object (PBO)

Tugas PBO pertemuan ke 2 ini adalah membuat program accounting. Program ini digunakan untuk mencatat transaksi pribadi


import java.util.*;
public class accounting
{
static Scanner input= new Scanner (System.in);
private String noRek;
private String nama;
private long saldo;
private int debet;
private int kredit;
private int nasabah;

static void entri (String noRek, String nama, long saldo, int debet, int kredit)
{
String selesai ="";
do {
System.out.print ("Masukkan No. Rek.: "); noRek = input.next();
System.out.print ("Masukkan Nama : "); nama = input.next();
System.out.print ("Masukkan Saldo : "); saldo = input.next();
System.out.print ("Masukkan Nominal Kredit : "); kredit = input.next();
System.out.print ("Masukkan Debet : "); debit = input.next();
nasabah++;
public accounting (String noRek, String nama, long saldo, int debet, int kredit)
this.noRek=noRek;
this.nama=nama;
this.saldo=saldo;
this.debet=debet;
this.kredit=kredit;

}
}